Sabtu, 25 Agustus 2012

Teori dan model konseptual asuhan kebidanan

Teori dan Model Konseptual Asuhan Kebidanan


A.    Pendahuluan
Secara umum teori dan konsep adalah hal yang sangat berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Dalam pelayanan kebidanan, teori-teori yang digunakan dalam praktik kebidanan berasal dari konseptual model kebidanan. Teori atau konsep sejatinya adalah penjelasan dari suatu kejadian dan fenomena. Proses penjelasan ini memerlukan pemikiran yang dalam.
Konsep atau teori adalah gambaran tentang objek dari suatu kejadian atau objek yang digunakan oleh peneliti untuk menggambarkan fenomena sosial yang menarik perhatiannya.
Konseptual model merupakan gambaran abstrak suatu ide  yang menjadi dasar suatu disiplin ilmu. Konseptual model dapat memberikan gambaran abstrak atau ide yang mendasari disiplin ilmu dan kemudian diterapkan sesuai dengan bidang masing-masing.

B.    Dasar Pemikiran, Fokus Dan Tujuan Dalam Teori Kebidanan

1.     Reva rubin
Rubin adalah seorang perawat bidan di USA. Rubin mengembangkan penelitian dan teori tentang kesehatan ibu dan anak khususnya ibu bersalin. Penelitian dan pengamatan dilakukan selama lebih dari 20,tahun dengan lebih dari 6000 responden.    
Tujuan Rubin adalah mengidentifikasi bagaimana seorang perempuan mencapai peran menjadi seseorang dan hal apa sajakah yang memengaruhinya, baik yang bersifat positif maupun negatif.
Penelitian ini dilakukan dengan bantuan para siswa bidan. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dan melalui telepon yang berlangsung selama 1-4 jam. Subjek penelitian di dapatkan di klinik antenatal dan postnatal. Data-dat berkaitan dengan masalah-masalah yang timbul dalam pencapaian peran menjadi ibu diberi kode kemudian dianalisis.

v Menurut Rubin seorang sejak hamil sudah mempunyai harapan sebagai berikut :
a.     Memastikan keselamatan secara fisik, kesejahteraan ibu dan bayi.
b.     Memastikan penerimaan masyarakat terutama orang-orang yang sangat berarti bagi ibu dan bayi.
c.      Penentuan gambar identitas diri.
d.     Mengerti tentang arti memberi dan menerima.

v Perubahan yang umum terjadi pada perempuan ketika hamil adalah :
a.     Cenderung lebih tergantung dan membutuhkan perhatian yang lebih baik, untuk bisa berperan sebagai calon ibu dan mampu memerhatikan perkembangan janinnya.
b.     Membutuhkan sosialisasi.

v Tahapan Psikososial (Psikososial Stage)
1.     Anticipatory stage
Tahap ini ibu-ibu melakukan latihan peran dan memerlukan interaksi dengan anak yang lain.
2.     Honeymoon stage
Ibu mulai memahami sepenuhnya peran dasarnya.. Pada tahap ini, ibu memerlukan bantuan anggota keluarga yang lain.
3.     Plateu stage
Ibu akan mencoba dengan sepenuhnya apakah ia telah mampu menjadi ibu. Tahap ini membutuhkan waktu beberapa minggu dan ibu akan melanjutkan sendiri.
4.     Disngagement
Merupakan tahap penyelesaian dimana latihan peran dihentikan. Pada tahapan ini peran sebagai orang tua belum jelas.

v Reaksi umum pada kehamilan, biasanya swbagai berikut :
a.     Trimester I
Ambiven, takut, fantasi, khawatir
b.     Trimester II
Perasaan lebih enak, meningkatkannya kebutuhan untuk mempelajari tentang perkembangan dan pertumbuhan janin, menjadi narsistik, pasif, introvert, kadang egosentrik dan self centered.
c.      Trimester III
Berperasaan aneh, semberono, jelek. Menjadi lebih introvert, mereflesikan terhadap pengalaman masa kecil.

v Tiga aspek yang diidentifikasi dalam peran ibu hamil :
a.     Gambaran tentang idaman
Sebuah gambaran ideal/positif mengenai perempuan yang berhasil melaksanakan perannya sebagai ibu yang baik. Seorang ibu muda akan mempunyai seseorang yang dijadikannya contoh bagaimana seharusnya menjadi seorang ibu.
b.     Gambaran tentang diri
Gambaran mengenai dirinya sendiri dihasilkan melalui pengalaman. Gambaran diri seorang perempuan adalah bagaimana seorang perempuan tersebut memandang dirinya, sebagai bagian dari pengalaman diri, terkait dengan peran ibu yang akan dilakukan.
c.      Gambaran tubuh
Perubahan yang terjadi pada tubuh perempuan selama proses kehamilan dan perubahan spesifik yang terjadi selama kehamilan serta setelah melahirkan.

v Tahap pelaksanaan peran menjadi seorang ibu :
a.     Taking on
Wanita meniru dan melakukan peran ibu, dikenal sebagi tahap meniru. Dalam tahap taking on terdapat kegiatan mimicry (peniruan) yaitu perempuan meniru perilaku perempuan lain yang pernah hamil dengan cara melihat, mendengar dan melaksanakanpengalaman menjadi seorang ibu. Misalnya : apa yang dilakukan saat persalinan atau bagaimana pertumbuhan bayi pada hari-hari pertama, dan role play (mencoba bermain peran) yaitu menciptakan kondisi di masa yang akan datang dengan sengaja, misalnya : berlatih merawat bayi dengan menjadi pengasuh anak temannya atau mencoba menyuapi anak kecil.
b.     Taking in
Taking in meliputi kegiatan berfantasi. Fantasi perempuan tidak hanya meniru tetapi sudah mulai membayangkan peran yang dilakukan dimasa yang akan datang, misalnya : akan seperti apa proses persalinannya nanti atau baju apa yang akan dikenakan bayinya nanti. Dan kegiatan introjections, projection, dan rejection yang merupakan tahap dimana perempuan menirukan model-model yang ada sesuai dengan pendapatnya. Dalam tahap ini, bisa terjadi proses penerimaan dan penolakan. Misalnya : saat ibu memandikan bayinya di rumah, dia akan melakukannya berdasarkan apa yang dipelajari di rumah sakit atau di tempat lainnya.
c.      Leting go
Merupakan fase dimana perempuan mengingat kembali proses dan aktivitas yang sudah dilaksanakannya. Perempuan tersebut mengevaluasi hasil tindakannya di masa lalu dan menghilang tindakan yang dia anggap sudah tidak tepat lagi.

v Faktor-faktor yang memengaruhi suksesnya masa transisi ke masa menjadi orang tua pada masa postpartum adalah :
a.     Respon dan dukungan dari teman dan keluarga.
b.     Hubungan dari pengalaman melahirkan.
c.      Pengalaman melahirkan dan membesarkan anak yang lalu (sebelumnya)
d.     Pengaruh budaya


2.     Rammona Mercer
Mercer merupakan seorang perawat yang sangat perhatian terhadap proses persalinan. Dai adalah salah satu murid Reva Rubin yang telah menghasilkan banyak karya ilmiah. Sepanjang karirnya selama 30 tahun, Mercer melakukan 2 penelitian penting yaitu efek stress antepartum pada keluarga dan pelaksanaan ibu. Teori Mercer lebih menekan pada stres antepartum dan mencapai peran ibu. Ia mengidentifikasi seorang perempuan pada awal postpartum, yang menunjukkan bahwa perempuan akan lebih mendekatkan diri pada bayinya disbanding dengan melakukan tugas sebagai seorang ibu pada umumnya.

            Efek stres anteparum
Tujuan:  Memberikan  dukunagn selama hamil untuk mengurangi lemahnya lingkungan serta dukungan social dan kurangnya kepercayaan diri.

v Enam faktor yang mempunyai hubungan dengan status kesehatan :
a.     Hubungan interpersonal
b.     Peran keluarga
c.      Stres antepartum, komplikasi dari risiko kehamilan dan pengalaman negative dari hidup
d.     Dukungan social
e.     Rasa percaya diri
f.       Gangguan rasa takut, depresi, dan keraguan
Selain itu, menjadi seorang ibu berarti memperoleh identitas baru yang membutuhkan pemikiran dan penguraian yang lengkap tentang diri sendiri. Mencer melihat bahwa menjadi seorang ibu tidak hanya pribadi perempuan yang menjadi ibu, tetapi dia juga melihat kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam melaksanakan peran ibu. Oleh karena itu, peran dan partisipasi suami/pasangan sangat penting untuk meyakinkan dan memberikan penghargaan untuk peran baru ini. Penghargaan diri, status kesehatan, dan dukungan social diperkirakan mempunyai efek langsung yang positif terhadap dan pengaruh negetif terhadap fungsi keluarga. Hubungan ini dibuktikan dalam suatu penelitian yang bertujuan mengetahui hubungan antara stress anteprtum dan hubungan/fungsi keluarga. Sampel penelitian yaitu ibu hamil dengan resiko tinggi yang masuk rumah sakit dibandingkan dengan ibu hamil dengan resiko rendah, usia kehamilan antara 24-34 minggu.

v Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepadaa ibu dan pasangannya. Hasil penelitiannya yaitu terdapat 6 variabel yang terkait dengan fungsi keluarga :
a.        Stres antepartum yang disebabkan kombinasi dari peristiwa masa lalu yang tidak menyenangkan dan risiko kehamilan.
b.       Dukungan sosial
c.        Harga diri
d.       Kontrol diri
e.        Kegelisahan
f.         Depresi

v Hubungan antara ke 6 variabel tersebut adalah sebagai berikut :
a.     Stres yang diakibatkan peristiwa masa lalu yang tidak menyenangkan, dan risiko kehamilan diperkirakan memiliki efek negative terhadap harga diri dan status kesehatan.
b.     Harga diri, status kesehatan, dan dukungan sosial diperkirakan memiliki efek yang positif terhadap kegelisahan dan depresi, yang pada akhirnya memberi efek negative terhadap fungsi keluarga.

Pencapaian peran ibu
v Empat langkah (tahapan) dalam peran untuk menjadi seorang ibu adalah :
a.     Anticipatory
Suatu masa sebelum menjadi ibu, yang dimulai dengan penyesuaian social dan psikologi terhadap peran barunya nanti, dengan mempelajari apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi seorang ibu.
Contoh : Latihan memasak, belajat tentang ASI, belajar tentang merawat anak, dll.
b.     Formal
Mulai dengan peran sesungguhnya sebagai seorang ibu, bimbingan peran secara formal dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh sistem perempuan dari wanita.
Contoh : Orang tua (ibu) mengajarkan cara perawatan bayi pada anaknya (ibu muda)
c.      Informal
Saat perempuan telah mampu menemukan jalan yang unik dalam melaksanakan peran barunya ini.
d.     Personal
Pencapaian peran ibu dengan baik tergantung dari diri sendiri. Mencer melihat bahwa peran aktif seorang perempuan dalam percapaian peran umumnya dimulai sejak bayi lahir, yaitu pada 3 bulan sampai 7 bulan postpartum.

v Faktor-faktor yang memengaruhi perempuan dalam pencapaian peran ibu yaitu :
a.     Faktor ibu
1)    Umur ibu pada waktu melahirkan anak pertama
2)    Persepsi ibu pada waktu melahirkan anak pertama
3)    Memisahkan ibu dan anak secepatnya
4)    Stres sosial
5)    Dukungan sosial
6)    Konsep diri
7)    Kepribadian
8)    Perilaku
9)    Status kesehatan ibu
b.     Faktor bayi
1)    Temperamen
2)    Kesehatan bayi
c.      Faktor-faktor lain
1)    Latar belakang budaya
2)    Status perkawinan
3)    Status sosial ekonomi

v Faktor-faktor pendukung pencapaian peran ibu :
a.     Emosional support
Perasaan mencintai, penuh perhatian, percaya, dan mengerti.
b.     Informational support
Membantu individu untuk menolong dirinya sendiri, dengan memberikan informasi yang berguna dan berhubungan dengan masalah situasi.
c.      Physical support
Pertolongan langsung seperti membantu merawat bayi dan memberikan dukungan dana.
d.     Appraisal support
Berupa informasi yang menjelaskan tentang peran pelaksanaan bagaimana ia menampilkan dalam peran, sehingga memungkinkan individu mampu mengevaluasi dirinya sendiri yang berhubungan dengan penampilan orang lain.

3.     Ela Joy Lehrman
Dalam teori ini, Lehram menginginkan agar bidan mampu melihat semua aspek praktik dalam memberikan asuhan pada perempuan hamil dan memberikan pertolongan pada persalinan.

v Lehrman mengemukakan 8 konsep yang penting dalam pelayanan antenatal yaitu :
1.     Asuhan yang berkesinambungan
2.     Keluarga sebagai pusat asuhan
3.     Pendidikan dan konseling merupakan bagian dari asuhan
4.     Tidak ada intervensi dlam asuhan
5.     Fleksibilitas dalam asuhan
6.     Keterlibatan dalam asuhan
7.     Advokasi pada klien
8.     Waktu

Asuhan partisipasi
Bidan dapat melibatkan klien dalam pengkajian, evaluasi, dan perencanaan pasien. Klien ikut bertanggung jawab atau ambil bagian dalam pelayanan antenatal. Dalam pemeriksaan fisik, misalnya palpasi pada tempat tertentu atau ikut mendengar denyut jantung.
Dari delapan komponen yang dibuat oleh Lehrman tersebut kemudian diujicobakan oleh Morten pada pasien post partum. Dari hasil penerapan tersebut, Morten menambahkan 3 komponen lagi ke dalam 8 komponen yang telah dibuat oleh Lehrman, yaitu :
1.     Teknik terpeutik
2.     Pemberdayaan
3.     Hubungan sesama      

Teknik terapeutik
Proses komunikasi sangat bermanfaat dalam proses perkembangan dan penyembuhan, misalnya : mendengar aktif, mangkaji, klarifikasi, humor, sikap yang tidak menuduh, pengakuan, fasilitas, pemberian izin.

            Empowerment (pemberdayaan)
                        Sesuatu proses memberi kekuasaan dan kekuatan; bidan melalui penampilan dan pendekatannya akan meningkatkan kemampuan pasien dalam mengoreksi, memvalidasi, menilai, dan memberi dukungan.

Lateral relationship (hubungan sesama)
Menjalani hubungan yang baik terhadap klien, bersikap terbuka, sejalan dengan klien, sehingga antara bidan dan kliennya tampak akrab ; misalnya sikap empati dan berbagi pengalaman.

4.     Ernestine Wiedenbach
Ernestine Wiedenbach sudah pernah bekerja dalam suatu proyek yang mempersiapkan persalinan berdasarkan teori Dr. Grantley Dick Read. Wiedenbach mengembangkan teorinya secara induktif berdasarkan pengalaman  dan observasinya dalam praktik.
Konsep yang luas, menurut Wiedenbach yang nyata di temukan dalam keperawatan, yaitu :
1.     The agent : perawat, bidan, atau tenaga kesehatan lain
2.     The recipient : wanita, keluarga, masyarakat
3.     The goal : goal dari intervensi (tujuan)
4.     The means : metode untuk mencapai tujuan
5.     The framework : kerangka kerja (organisasi sosial, lingkungan sosial, dan professional)

The agent (the midwife)
                        Wiedenbach mengutarakan empat konsep yang memengaruhi praktik keperawatan yaitu filosofi, tujuan, praktik, dan seni. Filosofi Wiedenbach tentang asuhan kebidanan dan tindakan kebidanan dapat dilihat dalam uraiannya yang jelas pada perawatan maternitas dimana ada kebutuhan ibu dan bayi yang segera untuk mengembangkan kebutuhan yang lebih luas yaitu kebutuhan ibu dan ayah dalam persiapan menjadimorang tua.

The goal (purpose)
Tujuan dari proses keperawatan adalah membantu orang yang membutuhkan pertolongan. Sadari bahwa kebutuhan masing-masing individu perlu diketahui sebelum menentukan tujuan. Bila kebutuhan ini sudah diketahui, dapat diperkirakan tujuan yang akan dicapai dengan mempertimbangkan tingkah laku fisik, emosional, atau psikologis. Untuk bisa mengidentifikasi kebutuhan pasien, bidan/perawat harus menggunakan mata, telinga, tangan, serta pikirannya.

The recipient
Perempuan, menurut masyarakat oleh masyarakat tertentu tidak mampu memenuhi kebutuhannya. Wiedenbach sendiri berpandangan bahwa recipient adalah individu yang berkompeten dan mampu melakukan segalanya sendiri, sehingga bidan/perawat memberi pertolongan hanya apabila individu tersebut mengalami lesulitah dalam memenuhi kebutuhannya sendiri.

The means
Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan terdiri dari empat tahap, yaitu :
1.     Identifikasi kebutuhan klien
2.     Ministration : memberikan dukungan dalam mencari pertolongan yang dibutuhkan
3.     Validation : mengecek apakah bantuan yang diberikan merupakan bantuan yang dibutuhkan
4.     Coordination : koordinasi sumber-sumber yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pasien

Untuk bisa membantu pasien, bidan/perawat harus memiliki :
1.     Pengetahuan, untuk bisa memahami kebutuhan pasien
2.     Penilaian, kemampuan pengambilan keputusan
3.     Keterampilan, kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pasien

Framework
Yaitu kerangka kerja yang terdiri dari lingkungan sosial, organisasi dan professional.


5.      Jean Ball
(Teori kursi goyang = keseimbangan emosional ibu)
Tujuannya untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keadaan emosi ibu dalam layanan maternitas. Psikologi dalam hal ini tidak hanya pengaruh emosional tetapi juga proses emosional agar tujuan akhir dalam memenuhi kebutuhan untuk menjadi orang tua terpenuhi. Kehamilan, persalinan, dan masa postpartum adalah masa untuk mengadopsi peran baru.
                       
Hypotesa Ball :
             Respon emosional perempuan terhadap perubahan yang terjadi bersama dengan kelahiran anak yang memengaruhi kepribadian seseorang dan dengan dukungan yang berarti, mereka mendapatkan system keluarga dan sosial.
Persiapan yang sudah diantisipasi oleh bidan dalam masa postpartum akan memengaruhi respon emsional perempuan dalam perubahan yang dialaminya pada proses pelahiran anak.

v  Terdapat tiga faktor yang memengaruhi keadaan emosional ibu saat postpartum yaitu:
1.      Kepribadian ibu
2.      Dukungan dari keluarga/lingkungan social
3.      Layanan yang diberikan bidan
Kesejahteraan seseorang perempuan sangat tergantung pada efektifitas 3 elemen tersebut. Bila semua faktor di atas positif, maka derajat emosional akan baik. Tetapi bila keadaan 3 faktor tersebut negatif, derajat keadaan emosional buruk. Meski demikian, setiap faktor saling berinteraksi satu sama lain. Jika kekurangan satu faktor diimbang denga kelebihan faktor lain, keadaan emosi ibu manjadi akan menjadi baik. Ketiga faktor tersebut digambarkan sebagai kursi goyang, dengan layanan maternitas sebagai landasan dan tiang penyangganya adalah dukungan keluarga serta kepribadian ibu. Kekokohan setiap elemen saling berkaitan satu sama lain.
    
v Teori Jean Ball dalam konsep :
Women               :      Ball memutuskan perhatiannya terhadap perkembangan emosional, sosial dan psikologi seorang perempuan dalam proses melahirkan.
Health                 :      Merupakan pusat  dari model Jean Ball. Tujuan d ari postnatal care  adalah  supaya perempuan mampu menjadi seorang ibu.
Environment      :      Lingkungan social dan organisasi dalam sistem dukungan asuhan post natal.
Midwifery           :      Berdasarkan penelitian asuhan post natal, misalnya dikhawatirkan kurang efektif karena kurangnya pengetahuan tentang kebidanan.
Self                      :      Secara jelas kita dapat melihat bahwa peran bidan adalah memberikan dukungan dan membantu seorang perempuan untuk menjadi yakin dengan perannya sebagai seorang ibu.

C.     Kesimpulan
Fungsi konsep adalah sebagai alat untuk mengidentifikasi fenomena yang diobservasinya, sedangkan teori adalah jalur logika atau penalaran yang digunakan oleh peneliti untuk menerangkannya. Ada beberapa teori yang memengaruhi model kebidanan yaitu Teori Reva Rubin, Ramona T. Mercer, Ernestine Wiedenbach, Ella Joy Lehrman, dan Jean Ball.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar