Sabtu, 25 Agustus 2012

HUBUNGAN SISTEM REPRODUKSI MANUSIA DENGAN SISTEM YANG LAIN DALAM TUBUH

Sebelum membicarakan tentang hubungan sistem reproduksi manusia dengan sistem tubuh yang lain, akan sangat penting kita
membicarakan hal-hal fisiologis yang terjadi pada sisitem reproduksi.
Hal yang pertama kita bahas mengenai siklus haid, karena ini nanti akan terkait dengan pengaruh hormon-hormon yang dihasilkan oleh ovarium terhadap sistem tubuh yang lain.
SIKLUS HAID
Siklus haid melibatkan kelenjar hipotalamus, kelenjar hipofise, kelenjar ovarium dan endometrium. Keempatnya ini akan saling mengirim signal dan saling mempengaruhi.
Hipotalamus yang berada ada sella tursika menghasilkan hormon Gonadotropin Releasing Hormon (GnRH) yang terdiri dari FSH-RH dan LH-RH. Pertama FSH-RH dihasilkan dan efeknya akan memberi pengaruh pada hipofise sehingga hipofise menghasilkan FSH. FSH ini akan mempengaruhi ovarium, yang mengakibatkan terjadinya gametogenesis (Oogenesis). Pada proses oogenesis, follikel akan berkembang dari follikel primer sampai dengan follikel de graff. Saat pada follikel ini sudah terbentuk apisan-lapisan (teka follikel) maka sel-sel pada teka interna akan menghasillkan hormon estrogen. Hormon estrogen ini akan menimbulkan proliferasi dari dinding endometrium. Apabila sel telur sudah matang (sudah menjadi follikel de garff) atau saat garis tengah follikel mencapai 18 – 22 µm dan konsentrasi estrogen mencapai 600-1200 pmol/lt, hipotalamus akan menerimanya sebagai signal bahwa follikel sudah matang dan diperlukan proses selanjutnya, sehingga hipotamus mengeluarkan GnRH kedua yaitu LH-RH, dan mengakibatkan hipofise mengeluarkan hormon LH dan terjadi lonjakan kadar LH, yang berakibat pecahnya follikel de graff atau terjadi OVULASI. Bekas cangkak dari follikel de graff yang sudah pecah akan tetap di dalam ovarium dan disebut Corpus Luteum. Corpus luteum ini menghasilkan hormon progesteron. Hormon ini akan menyebabkan dinding endometrium menjadi berkelok-kelok dan semakin menebal (fase sekresi). Penebalan dinding rahim ini disiapkan untuk proses implantasi hasil konsepsi. Jika tidak terjadi konsepsi, corpus luteum hanya akan bertahan dalam waktu pendek (14 hari), dan setelah itu berdegenerasi menjadi corpus albicans. Dan hormon progesteron tidak dihasilkan lagi sehingga proses penebalan dinding endometrium terhenti, dan terjadilah peluruhan dinding rahim yang disebut menstruasi/haid.
Dari uraian diatas, sangat jekas keterkaitan antara sistem reproduksi dengan sistem endokrin. Fungsional dari sistem endokrin sangat dipengaruhi oleh fungsi kelenjar hipotalamus dan hipofise. Dapat dibayangkan jika hipotalamus atau hipofise tidak dapat berfungsi dengan baik. Dan harus diingat bahwa hipotamus dan hipofise tidak hanya berpengaruh pada reprpoduksi wanita tapi juga reproduksi pria. Pada pria hipofise mengeluarkan hormon FSH unutk merangsang proses spermatoenesis dan LH untuk pembentukan hormon Testesteron.
Setelah memahami bagaimana proses terjadinya siklus haid, kita akan bahas lebih bagaimana pengaruh hormon estrogen dan progesteron bagi tubuh, yang tidak terbatas hanya pada sistem repoduksi.
Efek Hormon Estrogen Pada Tubuh :
1. Mempertahankan fungsi otak.
2. Mencegah gejala menopause (seperti hot flushes) dan gangguan mood.
3. Meningkatkan pertumbuhan dan elastisitas serta sebagai pelumas sel jaringan (kulit, saluran kemih, vagina, dan pembuluh darah).
4. Pola distribusi lemah di bawah kulit sehingga membentuk tubuh wanita yang feminin.
5. Memproduksi sel pigmen kulit. Estrogen juga mempengaruhi sirkulasi darah pada kulit, mempertahankan struktur normal kulit agar tetap lentur, menjaga kolagen kulit agar terpelihara dan kencang serta mampu menahan air.
Efek Hormon Progesteron :
* Sebenarnya hormon ini tidak terlalu berhubungan langsung dengan keadan kulit tetapi sedikit banyak ada pengaruhnya karena merupakan pengembangan estrogen dan kompetitor androgen.
* Fungsi utama hormon progesteron lebih pada sistem reproduksi wanita, yaitu:
- Mengatur siklus haid.
- Mengembangkan jaringan payudara.
- Menyiapkan rahim pada waktu kehamilan.
- Melindungi wanita pasca menopause terhadap kanker endometrium.
Selain estrogen dan progesteron,wanita juga menghasilkan hormon testoseteron dalam jumlah yang sangat sedikit, hormon ini berfungsi untuk merangsang dorongan seksual dan merangsang pembentukan otot, tulang, kulit, organ seksual dan sel darah merah. Hormon ini selain dihasilkan oleh ovarium juga dihasilkan oleh kelenjar endokrin.
Fungsi hormon testosteron Pada Pria :
(1) memacu pertumbuhan penis dan testis/karakteristik seks primer pria.
(2) Memacu pertumbuhan karakteristik seks sekunder laki-laki
(3) Memacu spermatogenesis.
(4) Mempengaruhi perilaku seksual laki-laki.
Dari uraian diatas jelas bahwa Estrogen dan progesteron berpengaruh pada seluruh tubuh tidak hanya pada sistem reproduksi, misalnya sistem integumen (kulit dan mukosa, termasuk rambut), muskoloskeletal, urogenital, kejiwaan, kardiovaskular. Sehingga jika seseorang mengalami menopause akan terjadi gangguan pada sistem lain.
Gangguan yang dapat terjadi pada Sistem Integumen jika seorang wanita tidak menghasilkan estrogen dan progesteron antara lain kulit menjadi kering, menipis, keriput, kuku rapuh, gatal-gatal, mata kering, selaput lendir pada mulut kering dan mudah terjadi luka, mukosa vagina menjadi kering sehingga sakit saat berhubungan. Rambut menipis dan tumbuh bulu diatas bibir.
Gangguan yang dapat terjadi pada pada Sistem Muskoloskeletal yaitu terjadinya kerapuhan pada tulang (osteoporosis), gigi rapuh, selain itu terjadi nyeri sendi dan otot mengendor. Semuanya ini terjadi karena estrogen berperan dalam pengaruh regenerasi sel tulang pada wanita sehingga pada menopause terjadi kerapuhan pada tulang (osteoporosis), gigi rapuh, selain itu sering terjadi nyeri sendi, otot mengendor.
Gangguan Pada Sistem Cardiovaskular, dapat terjadi peningkatan kolesterol, HDL turun, LDL tinggi sehingga timbul penyakit jantung koroner. Karena terbukti bahwa progesteron dapat menurunkan kadar HDL sehingga LDL dalam kondisi normal.
Gangguan Pada sistem Urogenital, dapat terjadi kerentanan pada nfeksi saluran kencing karena mukosa yang kering, dan selain itu sering timbul keluhan nyeri saat coitus.
HUBUNGAN LAIN SISTEM REPODUKSI DENGAN SISTEM LAIN :
SISTEM REPRODUKSI DAN SISTEM KARDIOVASKULAR
Sistem reproduksi wanita dan laki-laki diperdarahi oleh pembuluh darah yang merupakan cabang-cabang dari pembuluh darah besar dalam tubuh, dengan sentral pada jantung, sehingga jika terdapat kelainan ada jantung maka akan berakibat juga pada organ-organ reproduksi, misalnya pada laki-laki sering terjadi disfungsi ereksi, ketidak mamuan dalam melakukan hubungan seksual karena penambahan beban jantung saat aktifitas coitus. Dan jika seorang wanita hamil maka beban jantung bertambah berat, akibatnya jika sudah ada penyakit janutng maka penyakitnya jantungnya akan bertambah parah, dan penyakit jatung tersebut akan mengakibatkan komplikasi pada kehamilannya sehingga bisa terjasi abrtus, BBLR, kematian janin dan ibu saat hamil dan bersalin.
SISTEM REPRODUKSI DAN SISTEM SYARAF
Sistem reproduksi dipersyarafi oleh syaraf yang merupakan cabang dari saraf yang keluar dari tulang belakang dengan koordinasi pada otak. Jika terjadi kelainan ada syarat tersebut maka akan mengakibatkan gangguan pada sistem reporduksi, misalnya disfungsi ereksi, dan gangguan ejakulasi.
SISTEM REPRODUKSI DAN SISTEM URINARIA
Keduanya sangat berhubungan khususnya secara anatomi, pada laki-laki uretra bergabung dengan tempat penyaluran keluar sperma, pada wanita uretra berdekatan dengan vagina dan terletak padavestibulum di vulva, selain itu vesica urinaria berada didepan uterus.
Jika terjadi infeksi pada saluran kencing maka akan mudah pula terjadi infeksi pada sistem reproduksi atau sebaliknya.
(NUR LATHIFAH,SST…. Dari berbagai sumber buku anatomi fisiologi dan juga artikel para ahli di internet… ditulis untuk bahan kuliah semester I, mk ANATOMI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar